Ahad, 16 Oktober 2011

Hingga Ke Hujung Nafas


Hingga Ke Hujung Nafas

Tersenyum kau di sisi
Hanyalah kenangan yang telah pergi
Menjadi mayat yang telah di kebumi
Yang tinggal batu nisan tanda mati

Di saat kau berlalu
Jiwaku bagai kaca-kaca pecah
Menikam hati tanpa simpati
Tak terhenti berdarah kalbu

Lihatlah sayang
Pohon bunga di atas kuburan
Kuntum-kuntum yang harum berkembang
Bagai harumnya di saat kita bersama

Kini di saat aku tersendiri
Bagai ada bisikan seni
Memanggil aku kembali ke saat bahagia
Alam tika kita syahdu bercinta

Namun itu hanya hayalan sahaja
Seorang pujangga rindu
Memujuk hati yang pilu
Untuk menghentikan linangan air mata
Tapi sebenarnya yang berlaku
Air mata mengalir semakin laju


Akulah pujangga itu
Tersingkir di sudut alam kerinduan
Lusuh potret mu di genggamanku
Menjadi sahabat menuju ke nafas akhirku.

insan biasa
16.10.2011
Kuala Lumpur .

Tiada ulasan:

Catat Ulasan